Catatan Kajian : Islamic Financial Planning for Moslemah

Lagi-lagi kali ini bunda post hasil catatan kajian dikala dzuhur, tapi yang satu ini adalah Kajian Muslimah. Alhamdulillah akhirnya kesampean juga bikin kajian muslimah bertemakan financial planning. Sudah lebih setahun tema ini diprogramkan tapi tak kunjung dieksekusi, selalu tidak pas waktu nya. Berhubung bu Ketua Bidang Kewanitaan sudah one month notice, jadi mau nggak mau deh, kita kebut-semrawut persiapan kajian muslimah ini. Alhamdulillah, dengan izin Allah, semua lancar. Sampai akhir acara.

Judulnya Islamic Financial Planning for Moslemah. Iya, kalau di rasa si memang tepat tema ini diusung, secara kami, para muslimah yang menghadiri acara ini adalah perempuan yang bekerja dan memiliki penghasilan. Tentu saja penghasilan ini harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Bahkan untuk muslimah yang sudah menikah, tanggungjawabnya menjadi lebih besar lagi, ditambah dengan nafkah dari suami.

Muslimah pekerja seperti kami, adalah bagian dari generasi muda Indonesia yang notabene digolongkan ke dalam golongan menengah. Nah, kalo nggak salah ni, berdasarkan karakteristiknya, golongan menengah adalah sekelompok orang yang diharapkan dapat berkontribusi secara ekonomi, selain kepada diri, keluarga, namun juga agama dan lingkungannya. Kalau dilihat dari animo peserta yang hadir siang itu, dapat dipastikan bahwa banyak dari kami yang menyadari pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan agar penghasilan dapat ‘dibelanjakan’ dengan optimal dan dengan bangga dipertanggung-jawabkan. Bahkan sampe acara selesai masih ada beberapa rekan muslimah yang berkonsultasi. Ngantri pula! mumpung gratisan bow…

Apa si maksudnya Islamic financial planning? Kenapa harus kita rencanakan? Apa saja si yang penting dalam perencanaan keuangan? Kenapa si harus berinvestasi? Asuransi, buat siapa si? Gimana mempersiapkan biaya sekolah si kecil?

Selama satu setengah jam, begitu banyak informasi yang di bagikan oleh sang pembicara, ibu Ayu Widuri dari Samuel Asset Mgmnt, mengenai perencanaan keuangan khususnya yang syar’i. Supaya nggak lupa, catatan dari kajian muslimah kali ini akan bunda tuliskan kembali menjadi beberapa bagian…di posting mendatang 🙂

[]

Racun nomer Wahid

Ya Allah…ampunilah dosa hambaMu ini yang telah dengan lugunya menzholimi amanahMu untuk menjaga kesehatan. Ampunilah hamba yang barusan menghabiskan 6 buah gorengan tanpa sadar. Ya Allah terimalah taubat hamba…semoga taubat ini menjadi TaubatanNasuha…Amin…

 Racun!Gorengan

Angka LDL dan HDL adalah angka yang paling kucari setiap hasil medical check up tahunan keluar. Kenapa? Karena gaya hidup sehari-hari sangat beresiko meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kalau jam-jam kritis di pagi dan siang hari pasti  langsung cari OB untuk membelikan cemilan. Apa si cemilan favorit di saat lapar? Ya betuuul…. g.o.r.e.n.g.a.n abang-abang. Itu adalah kesepakatan tidak tertulis dari kami semua satu team di kantor. Walaupun ada kalanya kita gabungkan dengan rujak buah, untuk mengurangi rasa bersalah. Hihiii… Sering kali kita semua saling mengingatkan bahwa makanan ini adalah racun, tapi tetep kita cari juga!.

Padahal sudah jadi rahasia umum kalau gorengan itu jahat. Selain karena tinggi kalori, kandungan lemak dari minyak dan oksidanya juga tinggi. Kalau dikonsumsi secara reguler dapat menyebabkan kegemukan, hyperlipitdema dan penyakit jantung korener. Dalam proses menggoreng juga sering terjadi banyak zat karsiogenik. Selain dari minyak yang digunakan, bahayanya juga berasal dari MSG, atau pemantab rasa makanan. Berdasarkan banyak literatur, paparan dari kedua hal tersebut dalam jangka waktu panjang dapat memicu aneka jenis penyakit kanker. Serem…[]

Catatan Kajian : Tips Menjadi Hafidz, Menghafal itu Mudah (kok)

undangan BDI

Kajian BDI siang ini menarik. Bisa dilihat dari judulnya yang provokatif kan? Masa si mudah? Apa saja tips yang akan di share Aaf ya? Bagaimana caranya orang yang diberikan waktu yang sama oleh Allah, 24 jam sehari, bisa membagi waktunya sedemikian rupa untuk menghafal dan mengingat kembali semua hafalan Quran nya. Ngiriii…

Berikut ini hasil menuntut ilmu siang ini:

  1. Motivasi
    1. Menjadi bagian dari rencana Allah SWT untuk menjaga Al-Quran
    2. Menuju sebaik-baiknya manusia
    3. Rasulullah adalah Quran berjalan
    4. Bersama-sama malaikat dan para nabi
    5. Menentukan tempat di surga
    6. Sarana self-tadzkiyatun nafs (pensucian jiwa)
  2. Kapan Kita Mulai? Sekarang!
      1. Niat
      2. Komitmen
      3. Guru
      4. Partner
      5. Sistem-yang membuat konsisten
  3. Bagaimana Caranya?
      1. Sisakan minimal 2 waktu setiap hari @ 15-60 menit
      2. Tentukan target beberapa ayat yang akan dihafal
      3. Temui guru untuk memperbaiki bacaan yang akan dihafal
      4. Baca berulang-ulang target ayat 15 sampai 40 kali
      5. Tutup-buka hingga lengket di kepala
      6. Menghafal di pagi hari – mengulang di malam hari
  4. Tips Aplikatif
      1. Kualitas lebih penting daripada kuantitas – tentukan waktu tertentu untuk mengulang semuanya
      2. Ikat hafalan hari ini dengan hafalan hari sebelumnya pada saat mengulang
      3. Bersihkan hati, jernihkan akal, cari tempat dan waktu yang mendukung
      4. Bersama partner kita berkompetisi dalam kebaikan
      5. Sering-sering mendengarkan murrotal, pilih yang enak di dengar
      6. Pahami artinya, resapi maknanya, nikmati sensasinya
      7. Biasakan dengan dibaca ketika sholat
  5. Contoh-contoh Bagus
    1. Rasulullah SAW (beliau adalah seseorang yang buta huruf, Ummiy, namun dapat menghafal Al-Qur’an). Setiap bulan Ramadhan Rasulullah ‘setoran’ hafalan ke malaikat Jibril.
    2. Sayyidina Umar bin Khattab RA (Selesai menghafal 3 bulan sebelum wafat).
    3. Syaikh Abdullah bin Baz (Menghafal tanpa melihat).
    4. Contoh2 masa kini

[]

Aya Mau Sekolah

Setelah dua hari ijin sakit dari sekolah, akhirnya Aya berangkat juga hari Jumat kemarin, bukan karna flu nya sudah sembuh si, tapi karna takut kelamaan di rumah trus Aya lupa deh sama sekolah. maklum, anak kecil kan learn by habit. so dari malemnya Bunda sudah tanya ke Aya, besok pagi sekolah Kak? Iya Bunda…. jawabnya. dan pagi-pagi Bunda siapkan bekal dan sarapan untuk Aya, sambil ngantuk-ngantuk tentunya. setelah bekal Aya selesai, Bunda lanjut mandi dan beres-beres. tepat jam 6, saatnya membangunkan Kk. ducium, di kitik-kitik, ga mempan. di panggil-panggil, ga mempan juga. akhirnya Bunda dapat ide. Aya…dicariin ni sama roti kepala beruang ; langsung bergerak deh Aya.

 

Terus Bunda tanya, ini bekal untuk sekolah, gimana bagus tidak? Kk suka? Terus Aya menjawab dengan senyuman dan jempolnya….hihihiiii….bagus katanyaaaa….seneng rasanya Bunda…berhasil bangunin Aya dan bekalnya dibilang bagus 🙂 []